PANDUAN PENGUKURAN CELANA

PANDUAN PENGUKURAN CELANA

1. Lingkar Pinggang (Waist Circumference)

Lingkarkan meteran pada bagian pinggang tempat celana biasanya dikenakan. Pastikan meteran sejajar dan tidak terlalu ketat maupun longgar. Catat hasil pengukurannya dalam sentimeter (cm).

2. Lingkar Pinggul (Hip Circumference)

Ukur bagian pinggul yang paling lebar dengan melingkarkan meteran mengelilingi tubuh. Berdiri tegak dan pastikan meteran tetap rata di seluruh bagian pinggul.

3. Lingkar Paha (Thigh Circumference)

Lingkarkan meteran pada bagian paha atas yang paling besar. Ukur secara horizontal dan pastikan meteran tidak menekan paha agar hasilnya akurat.

4. Ukuran Selangkangan Depan (Front Rise)

Lingkarkan meteran pada bagian pinggang tempat celana biasanya dikenakan. Pastikan meteran sejajar dan tidak terlalu ketat maupun longgar. Catat hasil pengukurannya dalam sentimeter (cm).

5. Lingkar Bukaan Kaki (Ankle Circumference)

Ukur lingkar pergelangan kaki atau area bukaan celana yang diinginkan. Pengukuran ini berfungsi untuk menentukan lebar bagian bawah celana sesuai model yang diinginkan.

6. Panjang Total (Full Length)

Ukur dari bagian atas pinggang samping hingga ke panjang akhir celana yang diinginkan. Pastikan berdiri tegak saat pengukuran untuk mendapatkan hasil yang presisi.

1. Lingkar Pinggang (Waist Circumference)

Lingkarkan meteran pada bagian pinggang tempat celana biasanya dikenakan. Pastikan meteran sejajar dan tidak terlalu ketat maupun longgar. Catat hasil pengukurannya dalam sentimeter (cm).

2. Lingkar Pinggul (Hip Circumference)

Ukur bagian pinggul yang paling lebar dengan melingkarkan meteran mengelilingi tubuh. Berdiri tegak dan pastikan meteran tetap rata di seluruh bagian pinggul.

3. Lingkar Paha (Thigh Circumference)


Lingkarkan meteran pada bagian paha atas yang paling besar. Ukur secara horizontal dan pastikan meteran tidak menekan paha agar hasilnya akurat.

4. Ukuran Selangkangan Depan (Front Rise)


Mulailah pengukuran dari titik pertemuan kedua kaki (selangkangan) hingga ke bagian atas pinggang depan. Ukuran ini menentukan tinggi posisi pinggang celana saat dikenakan.

5. Lingkar Bukaan Kaki (Ankle Circumference)


Ukur lingkar pergelangan kaki atau area bukaan celana yang diinginkan. Pengukuran ini berfungsi untuk menentukan lebar bagian bawah celana sesuai model yang diinginkan.

6. Panjang Total (Full Length)


Ukur dari bagian atas pinggang samping hingga ke panjang akhir celana yang diinginkan. Pastikan berdiri tegak saat pengukuran untuk mendapatkan hasil yang presisi.

Tips: Untuk mendapatkan hasil yang akurat, gunakan meteran jahit yang fleksibel dan lakukan pengukuran dalam posisi berdiri tegak. Pastikan meteran tidak ditarik terlalu kencang maupun terlalu longgar agar ukuran yang diperoleh sesuai dengan bentuk tubuh. Sebaiknya pengukuran dilakukan dengan bantuan orang lain untuk meminimalkan kesalahan. Setelah kami menerima data ukuran Anda, seluruh ukuran akan disesuaikan kembali dengan model dan cutting celana yang Anda pilih, seperti Slim Fit, Straight Fit, Relaxed Fit, Wide Leg, atau model lainnya, sehingga hasil akhir memiliki proporsi yang tepat, nyaman digunakan, dan sesuai dengan karakter desain yang diinginkan.

Tips: Untuk mendapatkan hasil yang akurat, gunakan meteran jahit yang fleksibel dan lakukan pengukuran dalam posisi berdiri tegak. Pastikan meteran tidak ditarik terlalu kencang maupun terlalu longgar agar ukuran yang diperoleh sesuai dengan bentuk tubuh. Sebaiknya pengukuran dilakukan dengan bantuan orang lain untuk meminimalkan kesalahan. Setelah kami menerima data ukuran Anda, seluruh ukuran akan disesuaikan kembali dengan model dan cutting celana yang Anda pilih, seperti Slim Fit, Straight Fit, Relaxed Fit, Wide Leg, atau model lainnya, sehingga hasil akhir memiliki proporsi yang tepat, nyaman digunakan, dan sesuai dengan karakter desain yang diinginkan.

SUDAH TENTUKAN SIZEMU?